Gelombang Pasar Saham Indonesia, Proyeksi dan Sentimen Saham Terkini!

Gelombang Pasar Saham Indonesia, Proyeksi dan Sentimen Saham Terkini!

Gelombang Pasar Saham Indonesia, Proyeksi dan Sentimen Saham Terkini!--

JEKTVNEWS.COM - Pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pelemahan sebesar 12,25 poin atau minus 0,17 persen, mencapai level 7.235. Investor asing memberikan kontribusi dengan beli bersih sebesar Rp4,14 triliun selama seminggu tersebut. IHSG mengalami dua kenaikan dan satu penurunan, dengan dua hari sisanya ditutup menyambut libur Tahun Baru Imlek. Pjs Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa volume transaksi harian saham mengalami peningkatan signifikan sebesar 22,80 persen, dari 17,23 miliar lembar saham menjadi 21,15 miliar lembar. Meskipun demikian, rata-rata nilai transaksi harian saham mengalami penurunan sebesar 4,37 persen, dari Rp10,49 triliun menjadi Rp10,03 triliun.

BACA JUGA:Tingkatkan Kompetensi Pengemudi Transportasi Darat dan Logistik Lewat Kerjasama Dunia Industri

Kapitalisasi pasar bursa, meski naik tipis 0,19 persen menjadi Rp11.481 triliun, menunjukkan perubahan yang cukup stabil. Menurut Kautsar, frekuensi transaksi harian saham juga mengalami penurunan sebesar 7,34 persen. Sementara itu, Supervisor Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan pasar akan bergerak terbatas dan cenderung menguat setelah libur panjang. Audi memprediksi pergerakan IHSG berada di rentang 7.195-7.320. Audi menyoroti dua sentimen utama dari dalam negeri, yaitu rilis kinerja laporan keuangan fiscal year (FY) 2023 dan neraca dagang Januari 2024 yang diperkirakan tetap surplus US$3 miliar. Dia menilai bahwa kekuatan posisi Indonesia di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global menjadi faktor positif bagi investor.

Dari mancanegara, Audi mencatat rilis data inflasi AS per Januari 2024 yang diperkirakan tetap naik pada level 3,4 persen year on year (yoy) dapat menjadi sentimen negatif. Ini bersamaan dengan kenaikan yield obligasi dan potensi outflow dari IHSG. Audi merekomendasikan empat emiten secara teknikal: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sebagai trading buy, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDCO) sebagai speculative buy, PT Astra International Tbk (ASII) sebagai trading buy, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebagai buy on break. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan bahwa IHSG akan bergerak sideways dan cenderung terkoreksi pada awal pekan. Ia memperkirakan level support berada di 7.199 dan resistance di 7.281.

BACA JUGA:Antisipasi Krisis Ekonomi Global, Jokowi Membekukan Anggaran K/L Hingga Rp50,14 Triliun

Selain faktor pemilu, Wicaksana menyebut pergerakan harga komoditas dunia dan rilis data inflasi China sebagai sentimen tambahan. Ia merekomendasikan tiga saham yang perlu diperhatikan selama pekan ini: ASII dengan prediksi gerak di rentang 5.400-5.550, PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) yang ia yakini masih bisa bergerak hingga posisi 1.630, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang diprediksi dapat menguat hingga posisi 1.140. Dengan demikian, pasar saham Indonesia masih menciptakan peluang dan tantangan di tengah dinamika ekonomi global dan faktor-faktor domestik yang mempengaruhi. Para investor diharapkan untuk mempertimbangkan dengan cermat rekomendasi saham dan memonitor perkembangan sentimen pasar.

Sumber: