Pidato Cak Imin Dorong Pemilu Sehat dan Sportif Setelah Dapatkan Nomor Urut Satu

Pidato Cak Imin Dorong Pemilu Sehat dan Sportif Setelah  Dapatkan Nomor Urut Satu

Pidato Cak Imin Dorong Pemilu Sehat dan Sportif Setelah Dapatkan Nomor Urut Satu--instagram @aniesbaswedan

JEKTVNEWS.COM - Pasangan calon presiden-wakil presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, resmi mendapatkan nomor urut satu untuk Pilpres 2024. Penetapan nomor urut tersebut dilakukan dalam sidang pleno terbuka yang digelar di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 14 November 2023. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapatkan nomor urut dua, sementara Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh nomor urut tiga.

BACA JUGA:Ganjar Pranowo Dapatkan Nomor Urut 3 Sampaikan Visi Komitmen untuk Demokrasi Jujur dan Adil

Usai mendapatkan nomor urut, ketiga pasangan calon diberikan kesempatan untuk memberikan pidato singkat, dan pasangan Anies-Muhaimin (AMIN) menjadi yang pertama memberikan pidato. Dalam pidatonya, Cak Imin, yang mewakili Anies, menyampaikan harapannya agar pemilu berjalan lancar tanpa kecurangan.

Cak Imin juga menyinggung isu "drakor" atau drama Korea yang menarik perhatian menjelang Pilpres 2024. Ia menyatakan bahwa drama semacam itu seharusnya tidak terjadi dalam kontestasi politik nasional. Pidato Cak Imin mencerminkan sikap optimis terhadap proses pemilihan yang sehat, sportif, dan penuh kebersamaan.

Dalam pidato tersebut, Cak Imin membandingkan Pemilu dengan kompetisi sepak bola, di mana setiap calon diminta untuk bermain secara sportif dan terbuka. Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana politik yang kondusif dan memastikan Pemilu berjalan dengan jujur dan adil.

BACA JUGA:Prabowo-Gibran Dapatkan Nomor Urut 2, Pidatokan Soal Persatuan dan Keadilan di KPU

Dengan nomor urut satu, AMIN menyampaikan komitmen mereka untuk melaksanakan Pemilu dengan semangat, penuh riang gembira, dan beradu gagasan serta cita-cita. Pidato ini menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memastikan keberlanjutan demokrasi di Indonesia.

Sumber: