Nilai Tukar Rupiah Melemah Ke Rp15.258, Ini Penyebab Masalahnya

Nilai Tukar Rupiah Melemah Ke Rp15.258, Ini Penyebab Masalahnya

Baca Juga : Demo Saat Peresmian Jalan Tol Semarang-Demak, Presiden Jokowi Temui Kelompok Masyarakat

Hal tersebut memberikan tekanan kepada BOJ untuk memperketat kebijakan. Selain itu, pedagang asing juga menumpuk obligasi Jepang selama seminggu terakhir di tengah taruhan pengetatan kebijakan.

Dia menyebut fokus sekarang lebih tepat kepada indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi sebagai pengukur inflasi pilihan Federal Reserve. Indeks tersebut diharapkan untuk menegaskan kembali inflasi tetap tinggi pada Januari 2023.

"Sementara risiko tumbuh bahwa Fed dapat mengangkat perkiraannya pada tingkat suku bunga puncak pada pertemuan bulan depan, pedagang juga akan fokus pada apakah proyeksi Fed, atau plot titik, terus menunjukkan pelonggaran 100 basis poin pada tahun 2024,” jelasnya.

Dari dalam negeri, perekonomian global kemungkinan akan melambat akibat terjadinya konflik Rusia-Ukraina yang terus berlanjut.

Konflik ini bahkan ditakutkan berpotensi menjadi perang dunia ketiga akibat banyaknya negara ketiga yang ikut berpartisipasi. Pemerintah juga terus membuat langkah strategis guna menahan perlambatan ekonomi di 2023.

Hal ini untuk menopang ekonomi dalam negeri terus membaik dan jauh dari krisis. Indonesia sendiri merupakan negara agraris yang memiliki kandungan komoditas yang luar biasa baik dari agrikultur maupun komoditas tambang.

 

Sumber: