Rumah Sakit Mitra Hospital Jambi Gelar Baksos Operasi Bibir Sumbing

Rumah Sakit Mitra Hospital Jambi Gelar Baksos Operasi Bibir Sumbing

Kota Jambi - Rumah Sakit (RS) Mitra Hospital bekerja sama dengan Yayasan Hayandra Peduli dan Smile Train menggelar bakti sosial berupa operasi bibir sumbing gratis bagi masyarakat Jambi, pada tanggal 14 hingga 17 Januari 2020 di RS Mitra Hospital, Kota Baru, Jambi.

Kegiatan ini dilakukan merupakan wujud kepedulian nyata konsistensi Rumah Sakit Mitra Hospital Jambi untuk membantu masyarakat, khususnya masyarakat dari golongan kurang mampu.

Plt Direktur Rs Mitra Jambi, dr. Desty Friska Kurnia menjelaskan, alasan tahun ini Rumah Sakit (RS) Mitra Jambi memilih program operasi bibir sumbing gratis karena melihat banyaknya penderita yang tidak bisa berobat karena keterbatasan ekonomi. Diharapkan Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing ini bermanfaat bagi masyarakat jambi, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

Kegiatan bakti sosial Operasi Bibir Sumbing tersebut diikuti sebanyak 38 pasien penderita bibir sumbing yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

“Ada 38 orang yang melakukan operasi bibir sumbing secara gratis, untuk hari ini (15/1) operasi dilakukan hanya 20 pasien dan sisanya akan dilakukan besok. Semoga ini bermanfaat bagi mereka." Katanya Plt Direktur Rs Mitra Jambi, dr. Desty Friska Kurnia

Pasien yang dioperasi di lakukan oleh Tim Dokter bedah plastik dari Yayasan Hayandra Jakarta yang operasinya dilakukan pada tanggal 15 hingga 16 januari.

Saat ditanyai oleh reporter jektv.co.id kepada tim dokter dari Yayasan Hayandra Jakarta mengenai penyebab terjadinya bibir sumbing, dr. Karina Ketua Tim Baksos menuturkan, bibir sumbing bukanlah sebuah kecacatan permanen, melainkan kelainan kondisi lahir yang menyebabkan pertumbuhan bagian tubuh seorang anak menjadi kurang sempurna. Faktor keturunan turut berpotensi ibu hamil akan melahirkan bayi dengan kondisi bibir sumbing/sumbing langitlangit

“Penyebab pastinya belum dapat dipastikan saat ini, tapi bibir sumbing bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti ketidaktahuan seorang wanita bahwa dia sedang hamil, kemudian minum obat penghilang rasa sakit tanpa resep dokter.”Ujar dr. Karina Ketua Tim Baksos Yayasan Hayandra Peduli dan Smile Train 

Sumber: