Disway Award

Abdurrahman Sayoeti, Sosok yang Mengukir Sejarah di Jambi

Abdurrahman Sayoeti, Sosok yang Mengukir Sejarah di Jambi

--

JEKTVNEWS.COM,-Sejak masa muda, Abdurrahman Sayoeti menekuni dunia pendidikan dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia termasuk generasi terdidik yang berkomitmen membangun masyarakat Jambi agar mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Pengabdian panjangnya di bidang pemerintahan membuat namanya dihormati sebagai tokoh birokrat sekaligus pemimpin visioner.


Dalam perjalanan kariernya, H. Abdurrahman Sayoeti pernah dipercaya memimpin Jambi sebagai Gubernur Provinsi Jambi periode 1989–1999. Di bawah kepemimpinannya, banyak program pembangunan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, serta memperkuat infrastruktur daerah. Pada masa itu pula, berbagai kebijakan digulirkan untuk memperkenalkan potensi Jambi, baik di sektor perkebunan, pertanian, maupun budaya.

Di bawah kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur mulai digencarkan. Jalan, jembatan, dan fasilitas umum banyak dibangun untuk membuka keterisolasian wilayah. Sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius dengan dorongan peningkatan akses dan kualitas bagi generasi muda Jambi. Tidak kalah penting, sektor ekonomi daerah diperkuat agar masyarakat mampu merasakan langsung manfaat pembangunan.

Meski menjabat sebagai orang nomor satu di Jambi, Abdurrahman Sayoeti tetap menjaga kedekatannya dengan masyarakat. Ia sering turun langsung ke lapangan, menyapa warga, dan memastikan program pemerintah berjalan sebagaimana mestinya. Sikap sederhana inilah yang membuatnya dikenang sebagai pemimpin yang membumi.

Selain sebagai Gubernur, H. Abdurrahman Sayoeti juga dikenal sebagai sosok yang sangat peduli pada dunia pendidikan tinggi. Ia menjadi salah satu tokoh yang mendukung pengembangan Universitas Jambi (UNJA), baik dari sisi fasilitas maupun kualitas akademik. Atas jasanya, Universitas Jambi kemudian mengabadikan namanya dalam salah satu gedung kampus, yaitu Gedung Rektorat Universitas Jambi yang diberi nama Gedung Abdurrahman Sayoeti-Mahmud Yunus.

Pengabdian dan keteladanan H. Abdurrahman Sayoeti membuat masyarakat Jambi menempatkannya sebagai tokoh panutan. Ia dikenang bukan hanya karena jabatannya, melainkan juga karena sikapnya yang merakyat, sederhana, dan senantiasa mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.

Hingga kini, nama H. Abdurrahman Sayoeti terus diabadikan, baik melalui penamaan fasilitas publik maupun dalam catatan sejarah Jambi sebagai bentuk penghargaan atas jasanya membangun daerah. Ia menjadi contoh nyata seorang pemimpin yang bekerja untuk rakyat dan daerahnya dengan tulus.

H. Abdurrahman Sayoeti wafat pada 12 Februari 2016 di usia 85 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun jejak perjuangannya tetap hidup. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah mengabadikan namanya menjadi Jalan H. Abdurrahman Sayoeti, jalan strategis yang dahulu dikenal sebagai Lingkar Selatan atau Adipura Kencana. Selain itu, namanya juga diabadikan menjadi nama rumah sakit yang terletak di Seberang Kota Jambi yaitu rumah sakit Abdurrahman Sayoeti, dan juga sebagai nama sekolah, yaitu Titian Teras Abdurrahman Sayoeti.

Demikianlah perjalanan H. Abdurrahman Sayoeti dari seorang putra daerah, birokrat, hingga gubernur dua periode telah meninggalkan jejak sejarah yang kuat. Namanya yang kini melekat pada tempat penting di Jambi menjadi bukti bahwa jasa seorang pemimpin sejati tidak akan pernah hilang ditelan waktu.

Sumber: