Disway Award

Sejarah Abdoel Madjid Batoe, Tokoh Pejuang Asal Batang Hari yang Namanya Diabadikan di RSUD HAMBA

Sejarah Abdoel Madjid Batoe, Tokoh Pejuang Asal Batang Hari yang Namanya Diabadikan di RSUD HAMBA

--

JEKTVNEWS.COM,-KOTA JAMBI — Abdoel Madjid Batoe merupakan salah satu tokoh penting asal Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, yang dikenal sebagai pejuang sekaligus pemimpin masyarakat pada masa peralihan menuju kemerdekaan Indonesia. Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Daerah, RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe (HAMBA), di Muara Bulian sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya bagi daerah.

 

Lahir di Kecamatan Mersam pada 10 Juni 1905, Abdoel Madjid Batoe menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) di Kota Jambi sekitar tahun 1920. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai kepala sekolah dari tahun 1926 hingga 1930. Kariernya kemudian berlanjut di bidang pemerintahan ketika dipercaya menjadi Mandor Heereendiesnf pada 1931–1935.

 

Dedikasinya terhadap masyarakat terus berlanjut. Pada periode 1934–1947, Abdoel Madjid Batoe menjabat sebagai Kepala Dusun Mersam sekaligus Pasirah Marga Kembang Paseban. Dalam masa perjuangan kemerdekaan, ia turut aktif dalam gerakan rakyat di Batang Hari. Sebagai Kapten Tetuler, Abdoel Madjid Batoe memimpin pasukan rakyat dan berperan penting dalam menjaga keamanan wilayah Muara Tembesi selama masa revolusi.

 

Atas jasa-jasanya, Pemerintah Daerah Batang Hari mengabadikan namanya sebagai nama rumah sakit utama di kabupaten tersebut. Sebelumnya rumah sakit ini dikenal sebagai RSUD Muara Bulian. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007, nama rumah sakit resmi diubah menjadi RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe pada 4 April 2007.

 

Rumah sakit ini telah menjadi simbol penghormatan bagi perjuangan dan pengabdian Abdoel Madjid Batoe terhadap masyarakat. RSUD HAMBA pertama kali diresmikan pada 15 Februari 1983 sebagai rumah sakit kelas D dengan kapasitas 50 tempat tidur. Kini RSUD HAMBA telah berkembang menjadi rumah sakit kelas C dengan lebih dari 100 tempat tidur serta fasilitas kesehatan yang terus ditingkatkan.

 

Melalui penamaan rumah sakit ini, generasi muda Batang Hari diharapkan dapat mengenang dan meneladani semangat juang serta dedikasi Abdoel Madjid Batoe dalam membangun daerah dan bangsa. Sosoknya menjadi bukti nyata bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan di medan perang, tetapi juga melalui pendidikan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Sumber: