Dampak Kesehatan Konsumsi Makanan Berat di Malam Hari

Rabu 22-04-2026,14:28 WIB
Reporter : Maisan
Editor : Sri Junia Putri

JEKTVNEWS.COM–Mengonsumsi jajanan malam yang tinggi lemak, pedas, atau manis mendekati waktu tidur memiliki risiko kesehatan tertentu. Tubuh manusia secara alami memperlambat metabolisme saat malam hari untuk beristirahat. Asupan kalori berlebih yang tidak digunakan untuk aktivitas fisik akan disimpan tubuh sebagai cadangan lemak, yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.

Risiko gangguan pencernaan juga meningkat, seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Makanan pedas seperti seblak atau makanan berminyak seperti gorengan dapat melemahkan katup esofagus, menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini sering menimbulkan rasa terbakar di dada (heartburn) yang mengganggu tidur.

Rasa lapar di malam hari tetap dapat dipenuhi dengan pilihan yang lebih bijak. Mengganti makanan tinggi lemak trans dan gula dengan makanan utuh (whole foods) dapat memberikan rasa kenyang tanpa membebani sistem pencernaan.

 

1. Buah-buahan dan Yogurt: Pisang mengandung magnesium dan potasium yang membantu relaksasi otot, sementara ceri memiliki kandungan melatonin alami. Yogurt rendah lemak memberikan protein kasein yang dicerna lambat.

2. Telur Rebus: Satu butir telur rebus mengandung protein tinggi dengan kalori yang relatif rendah, sekitar 78 kalori. Protein membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat.

3. Ubi atau Jagung Rebus: Merupakan sumber karbohidrat kompleks dan serat. Makanan ini dicerna lebih perlahan sehingga menjaga kadar gula darah tetap stabil.

4. Kupat Tahu: Jika menginginkan makanan yang lebih mengenyangkan, kupat tahu bisa menjadi opsi. Tahu memberikan protein nabati, namun disarankan untuk membatasi jumlah kerupuk dan bumbu kacang/petis agar tidak berlebihan natrium.

 

Pemilihan jajanan malam sebaiknya memperhatikan keseimbangan nutrisi dan waktu konsumsi. Disarankan untuk berhenti makan setidaknya 2-3 jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan optimal. Jika sering mengalami gangguan tidur, nyeri ulu hati, atau kenaikan berat badan yang tidak terkontrol akibat kebiasaan makan malam, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter sangat dianjurkan.

Pemeriksaan rutin dan pengaturan pola makan yang tepat dapat mencegah risiko penyakit metabolik jangka panjang. Gunakan aplikasi Halodoc untuk berdiskusi langsung dengan dokter spesialis gizi klinik guna mendapatkan panduan diet yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Tags :
Kategori :

Terkait