Kenapa Anak Justru Lebih Rewel Saat Bersama Ibu? Ini Penjelasannya

Kenapa Anak Justru Lebih Rewel Saat Bersama Ibu? Ini Penjelasannya

--

JEKTVNEWS.COM–Banyak orang tua, khususnya ibu, sering merasa heran ketika anak justru lebih rewel, mudah menangis, atau tantrum saat bersama mereka dibandingkan saat bersama ayah, pengasuh, atau orang lain. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai tanda anak lebih manja atau tidak patuh kepada ibu. Padahal, dalam kajian psikologi perkembangan anak, fenomena ini justru memiliki makna yang positif.

Rasa Aman yang Tinggi

Salah satu alasan utama anak lebih rewel saat bersama ibu adalah karena mereka merasa paling aman. Ibu umumnya menjadi figur utama dalam kehidupan anak sejak lahir, sehingga terbentuk ikatan emosional yang sangat kuat. Dalam kondisi merasa aman, anak tidak perlu menahan atau menyembunyikan perasaannya.

Akibatnya, berbagai emosi seperti lelah, marah, kecewa, atau sedih akan lebih mudah ditunjukkan kepada ibu. Hal ini berbeda ketika anak berada di lingkungan lain, di mana mereka cenderung menahan emosi karena belum merasa sepenuhnya nyaman.

Tempat Meluapkan Emosi

Anak-anak, terutama pada usia dini, belum mampu mengelola emosi dengan baik. Mereka masih belajar mengenali dan mengungkapkan apa yang dirasakan. Ibu menjadi sosok yang paling dipercaya untuk menampung semua ekspresi tersebut.

Rewel, menangis, atau tantrum sering kali menjadi cara anak untuk “bercerita” bahwa mereka sedang tidak nyaman. Karena ibu dianggap paling memahami, anak pun lebih bebas mengekspresikan emosinya tanpa rasa takut.

Ibu Dianggap sebagai “Tempat Pulang”

Secara emosional, anak memandang ibu sebagai tempat kembali atau “rumah”. Artinya, ibu adalah sosok yang selalu menerima mereka apa adanya, dalam kondisi apa pun. Saat anak merasa lelah setelah beraktivitas atau menghadapi situasi tertentu, mereka akan mencari ibu sebagai sumber kenyamanan.

Inilah sebabnya, setelah terlihat tenang di luar rumah, anak bisa tiba-tiba menjadi rewel ketika bertemu ibu. Mereka sedang “melepas” beban emosi yang sebelumnya ditahan.

Respons Ibu yang Lebih Cepat

Faktor lain yang memengaruhi adalah kebiasaan. Anak belajar dari pengalaman bahwa ibu cenderung lebih cepat merespons kebutuhan mereka, baik saat lapar, lelah, atau merasa tidak nyaman. Hal ini membuat anak lebih sering menunjukkan ekspresi emosi kepada ibu karena mereka yakin akan mendapatkan perhatian.

Ikatan Emosional yang Kuat

Hubungan ibu dan anak terbentuk sejak masa kehamilan dan terus berkembang setelah kelahiran. Ikatan ini berperan besar dalam perkembangan emosi dan perilaku anak. Semakin kuat ikatan tersebut, semakin besar pula kemungkinan anak menunjukkan emosinya secara intens kepada ibu.

Bukan Tanda Buruk

Meskipun melelahkan, anak yang lebih rewel saat bersama ibu bukanlah pertanda buruk. Justru hal ini menunjukkan bahwa anak merasa aman, percaya, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan ibunya.

Rewel merupakan bagian dari proses perkembangan emosional anak. Melalui respons yang tepat dari orang tua, anak akan belajar mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosinya dengan lebih baik.

Perilaku anak yang lebih rewel saat bersama ibu adalah hal yang wajar dan umum terjadi. Ini bukan berarti anak lebih nakal atau tidak menghormati ibu, melainkan karena mereka merasa paling nyaman dan aman.

Peran orang tua, khususnya ibu, adalah membantu anak memahami emosinya, memberikan rasa aman, serta tetap menetapkan batasan yang sehat. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat tumbuh dengan kondisi emosional yang lebih stabil dan sehat.

Sumber: fimela.com