Deretan Nama Badai Paling Aneh di Dunia: Unik, Lucu, Tapi Mematikan!

Deretan Nama Badai Paling Aneh di Dunia: Unik, Lucu, Tapi Mematikan!

--

JEKTVNEWS.COM–Fenomena badai tropis sering kali identik dengan kehancuran dan kerusakan besar. Namun, di balik dampaknya yang serius, beberapa badai justru memiliki nama yang terdengar unik, aneh, bahkan cenderung lucu. 

Hal ini kerap menimbulkan rasa penasaran publik—mengapa bencana besar bisa memiliki nama yang tidak biasa?

Penamaan badai sendiri dilakukan oleh lembaga meteorologi internasional seperti World Meteorological Organization (WMO), yang bertujuan memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat. 

Nama-nama tersebut diambil dari daftar yang telah disusun dan sering kali mencerminkan keragaman budaya dari berbagai negara.

Berikut ini adalah beberapa nama badai paling aneh di dunia yang pernah tercatat, lengkap dengan kisah di baliknya.

 

1. Hurricane Taco

Nama “Taco” mungkin lebih identik dengan makanan khas Meksiko. Namun, nama ini pernah masuk dalam daftar badai tropis di kawasan Pasifik. 

Meski terdengar ringan dan mengundang senyum, badai ini tetap membawa dampak angin kencang dan hujan lebat di wilayah yang dilaluinya.

 

2. Typhoon Bavi

Nama “Bavi” berasal dari Vietnam dan merujuk pada nama sebuah gunung. Namun bagi sebagian orang, nama ini terdengar asing dan unik. 

Topan ini sempat menyebabkan gangguan besar di kawasan Asia Timur, termasuk Korea dan Jepang.

 

3. Hurricane Nana

“Nana” dalam banyak bahasa berarti nenek atau panggilan akrab. Namun dalam konteks badai, nama ini justru melekat pada fenomena alam yang cukup kuat. Badai ini pernah melanda kawasan Karibia dan Amerika Tengah.

 

4. Typhoon Kammuri

Nama “Kammuri” berasal dari bahasa Jepang yang berarti mahkota. Meski terdengar elegan, topan ini membawa angin kencang dan menyebabkan evakuasi besar-besaran di Filipina.

 

5. Hurricane Epsilon

Berbeda dari nama lain, “Epsilon” diambil dari huruf dalam alfabet Yunani. Penggunaan nama ini terjadi ketika daftar nama badai tahunan telah habis. Meski terdengar ilmiah, badai ini tetap berbahaya seperti badai lainnya.

 

6. Typhoon Mangkhut

Nama “Mangkhut” berarti buah manggis dalam bahasa Thailand. Nama yang terdengar “manis” ini justru melekat pada salah satu topan paling kuat yang pernah melanda Asia, termasuk Filipina dan China.

 

7. Godzilla El Nino

Istilah El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki” atau sering dikaitkan dengan “Bayi Yesus”. Nama ini pertama kali digunakan oleh para nelayan di pesisir Peru dan Ekuador pada abad ke-17.

Para nelayan tersebut mengamati adanya perubahan suhu laut yang menjadi lebih hangat dari biasanya setiap menjelang akhir tahun, terutama sekitar bulan Desember. Karena fenomena ini bertepatan dengan perayaan Natal, mereka menamainya El Niño.

“Godzilla El Niño” bukan istilah ilmiah resmi, melainkan julukan populer untuk menggambarkan El Niño dengan kekuatan luar biasa, seperti yang pernah terjadi pada 1997–1998 dan 2015–2016.

 

Mengapa Nama Badai Bisa Terdengar Aneh?

Penamaan badai tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap wilayah memiliki daftar nama yang telah disepakati oleh negara-negara anggota WMO. Nama-nama tersebut biasanya:

Diambil dari nama orang

Menggunakan istilah lokal atau budaya

Mengacu pada benda, hewan, atau fenomena alam

Nama badai memang bisa terdengar unik, aneh, bahkan lucu. Namun di balik itu, setiap badai tetap membawa potensi bahaya yang serius. 

Dari “Taco” hingga “Mangkhut”, nama hanyalah identitas—yang terpenting adalah dampak dan kewaspadaan yang harus dimiliki masyarakat.

Fenomena ini juga menunjukkan betapa beragamnya budaya dunia yang tercermin bahkan dalam sistem penamaan badai. 

Jadi, meskipun terdengar ringan, jangan pernah meremehkan badai hanya karena namanya terdengar lucu. 

Sumber: lampung.disway.id