Klaim Naik 1000 Persen, Nadiem Makarim: Betapa Bangganya Saya

Klaim Naik 1000 Persen, Nadiem Makarim: Betapa Bangganya Saya

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memopulerkan platfrom Rumah Belajar sebagai sumber belajar siswa di masa pandemi COVId-19.

Platform tidak berbayar ini diharapkan bisa membantu siswa apalagi di masa belajar dari rumah (BDR).

Pelaksana tugas (Plt.) Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) Hasan Chabibie mengungkapkan, untuk memopulerkan Rumah Belajar, pihaknya menggunakan Influencer.



Namun, bukan dari kalangan selebritas tetapi dari para tenaga pendidik. “Kami pakai jasa influencer tetapi bukan artis. Influencer kami adalah guru-guru yang secara ikhlas membantu menggaungkan Rumah Belajar ini,” kata Hasan Chabibie dalam Kuliah Umum Pembekalan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) Level 4: Berbagi yang berlangsung dalam jaringan (daring) di Jakarta, Senin (14/9).

Kuliah umum yang dibuka Mendikbud Nadiem Makarim ini diikuti oleh guru-guru calon Duta Rumah Belajar.

Selama lima hari ke depan, para peserta akan dibekali wawasan yang berkaitan dengan kemampuan yang mereka miliki melalui tulisan, video, sosial media, video konferensi, serta membentuk guru-guru untuk memiliki kompetensi public speaking.

Pada kesempatan tersebut, Nadiem memberikan apresiasi kepada para guru Duta Rumah Belajar yang tanpa pamrih menjadi contoh di daerah masing-masing dalam melakukan inovasi pembelajaran.

“Saya ingin menyampaikan betapa bangganya saya ketika mengetahui program pelatihan guru PembaTIK tahun ini diikuti lebih dari 60 ribu guru, atau 1000 persen peningkatannya dari pertama kegiatan ini diselenggarakan dua tahun lalu,” kata Nadiem Makarim dalam sambutannya.

Angka tersebut menurut Nadiem, merupakan pencapaian yang luar biasa, dan juga penanda bahwa banyak guru ingin meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, terutama di masa pandemi COVID-19.

“Situasi saat ini memaksa kita supaya lebih lebih keras dan lebih cerdas sehingga pembelajaran dapat berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial,” terang Nadiem.

Dijelaskan Mendikbud, guru adalah bibit penggerak pendidikan. Ia berharap, guru-guru bisa berinisiatif dan memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensinya menghadapi tuntutan zaman.

Tantangan di masa depan bukan berarti akan lebih mudah. Sementara Hasan Chabibie mengungkapkan harapannya agar para peserta akan lebih komunikatif dalam berbagi kemampuan yang dimiliki. Baik dalam bentuk menulis artikel, membuat video-video pembelajaran atau memfasilitasi komunikasi efektif. Duta inilah yang akan menjadi agen dalam pemanfaatan TIK yang ada di Kemendikbud.”Mereka akan secara kolaboratif dan sinergis berbagi ilmu, pengalaman dan bertukar wawasan dengan semua guru dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Hasan, sejak 2017-2019 para Duta Rumah Belajar yang terpilih efektif melaksanakan tugas-tugas induknya. Juga menjadi penggerak inisiator implementator gagasan di tingkat lokal yang secara tidak langsung meningkatkan pemanfaatan TIK sebagai sarana pembelajaran secara nasional. (jpnn/fajar)

Sumber: