Disway Award

Datuk Paduka Berhalo: Tokoh Legendaris dan Pelopor Islam di Jambi

Datuk Paduka Berhalo: Tokoh Legendaris dan Pelopor Islam di Jambi

--

JEKTVNEWS.COM,-Kota Jambi – Datuk Paduka Berhalo merupakan salah satu tokoh legendaris yang sangat dihormati dalam sejarah Jambi. Namanya dikenal bukan hanya sebagai bangsawan dan penyebar agama Islam di pesisir timur Sumatera, tetapi juga sebagai sosok yang menjadi cikal bakal berdirinya Kesultanan Jambi.

 

Menurut cerita rakyat dan naskah-naskah lama yang berkembang di daerah Jambi, Datuk Paduka Berhalo diyakini berasal dari Arab dan datang ke wilayah Nusantara sekitar abad ke-15. Ia dikenal sebagai seorang ulama dan pedagang yang memiliki semangat dakwah tinggi.

 

Setelah menempuh perjalanan panjang, beliau menetap di Pulau Berhala, sebuah pulau kecil yang terletak di antara perairan Jambi dan Kepulauan Riau. Di pulau inilah, beliau mulai menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat.

 

Kepandaian serta kewibawaannya membuat masyarakat menghormati dan menjulukinya sebagai Datuk Paduka Berhalo, gelar yang menunjukkan kedudukan terhormat seorang pemimpin dan tokoh agama.

 

Setelah menetap di Pulau Berhala, Datuk Paduka Berhalo mulai berdakwah dan berinteraksi dengan masyarakat setempat yang saat itu masih banyak menganut kepercayaan animisme serta Hindu-Buddha.

 

Dengan pendekatan yang lembut dan bijaksana, beliau mengajarkan nilai-nilai Islam serta memperkenalkan sistem sosial dan pemerintahan berbasis syariat.

 

Karena ilmu yang tinggi dan akhlak mulianya, masyarakat Jambi menghormatinya dan banyak yang memeluk Islam. Dakwah beliau kemudian meluas hingga ke daerah Muara Sabak, Muara Jambi, dan Tanah Pilih Pusako Betuah, kawasan yang kelak menjadi pusat Kesultanan Jambi.

 

Datuk Paduka Berhalo menikah dengan Putri Selaras Pinang Masak, keturunan bangsawan dari Jambi. Dari pernikahan inilah lahir seorang putra yang kelak menjadi tokoh penting dalam sejarah berdirinya Kesultanan Jambi, yaitu Sultan Abdul Kahar yang dikenal sebagai sultan pertama Kesultanan Jambi.

 

Keturunan Datuk Paduka Berhalo kemudian menjadi bagian dari garis keturunan raja-raja Jambi, menjadikan beliau sebagai leluhur bangsawan Jambi. Warisan perjuangan dan nilai keagamaannya menjadi dasar terbentuknya pemerintahan Islam di Jambi pada masa berikutnya.

 

Datuk Paduka Berhalo wafat di Pulau Berhala, dan hingga kini makamnya masih berada di pulau tersebut. Makam itu dianggap sebagai salah satu situs sejarah penting dan menjadi tempat ziarah bagi masyarakat Jambi dan sekitarnya. Di sekitar makam sering diadakan tradisi dan upacara adat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa beliau.

 

Untuk mengenang jasa dan perannya dalam penyebaran Islam serta sejarah kerajaan Jambi, nama Datuk Paduka Berhalo diabadikan dalam beberapa bentuk, antara lain nama Pulau Berhala yang sesuai dengan tempat beliau menetap dan dimakamkan.

 

Nama Gedung Olahraga, yaitu GOR Paduka Berhala yang terletak di Tanjung Jabung Timur, juga menggunakan nama Datuk Paduka Berhalo sebagai simbol penghormatan. Cerita rakyat dan legenda Jambi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi menjadikan beliau bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jambi.

 

Lebih dari sekadar nama, sosok Datuk Paduka Berhalo melambangkan awal masuknya Islam ke Jambi, nilai kepemimpinan yang bijaksana, dan semangat dakwah yang damai. Ia dikenang sebagai pemersatu masyarakat pesisir, pembawa ajaran kebaikan, serta tokoh yang menjadi jembatan antara kebudayaan Arab dan Melayu Jambi.

Sumber: