IHSG Berpotensi Meningkat, Proyeksi Dan Rekomendasi Saham Hari Ini!

IHSG Berpotensi Meningkat, Proyeksi Dan Rekomendasi Saham Hari Ini!

Indeks Saham Menguat, Investor Asing Net Sell Rp876,8 Miliar--

JEKTVNEWS.COM - Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, ini menunjukkan potensi penguatan, menurut CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya. William memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek, meskipun dia menekankan bahwa kenaikan tersebut masih bersifat teknikal rebound. Menurut William, para investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi wajar, terutama karena sentimen dari capital outflow yang tercatat secara year to date (ytd) masih dapat mempengaruhi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Resmikan Kilang Gas Tangguh Train 3 di Papua Barat

William memprediksi bahwa pasar saham bergerak dalam rentang support 6.821 dan resistance 7.012 pada hari ini. Sebagai rekomendasi, ia juga merekomendasikan sejumlah saham, termasuk UNVR, BBCA, BBNI, JSMR, ASII, LSIP, dan PWON. Analisis dari Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga sejalan dengan proyeksi tersebut. Ivan menyatakan bahwa IHSG ditutup tipis di bawah fraktal 7.011 dan memperkirakan bahwa IHSG akan melanjutkan fase uptrend sebelumnya menuju 7.058 sebagai resisten Fibonacci terdekat. "IHSG akan membuka jalan menuju 7.128 apabila menembus ke atas 7.058 dengan candle bullish yang panjang untuk mengonfirmasi subwave iii dari wave c," ujar Ivan. Ia memprediksi bahwa IHSG akan bergerak di level support 6.893 dan resistance 7.058.

BACA JUGA:Menkominfo Optimis Revisi UU ITE 'Menjinakkan' Perilaku Barbarian di Ranah Digital

Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup di level 7.004 pada Kamis sore, 23 November 2023, mengalami pelemahan sebesar 97,3 poin atau 1,4 persen dari perdagangan sebelumnya. Transaksi saham mencapai Rp9,73 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,06 miliar saham. Pada penutupan tersebut, tercatat 315 saham menguat, 226 mengalami koreksi, dan 215 stagnan, menurut data dari RTI Infokom.

Sumber: