Sering Minum Es Teh Setelah Makan? Ini Dampak Buruk yang Diam-Diam Mengintai Tubuh

Sering Minum Es Teh Setelah Makan? Ini Dampak Buruk yang Diam-Diam Mengintai Tubuh

--

JEKTVNEWS.COM–Segelas es teh setelah makan memang terasa menyegarkan, apalagi di tengah cuaca panas. Rasanya manis, dingin, dan seolah menjadi pelengkap wajib saat makan. Namun di balik sensasi segarnya, kebiasaan ini ternyata menyimpan dampak kesehatan yang sering diabaikan.

Banyak orang terbiasa langsung memesan es teh setelah menyantap makanan, mulai dari sarapan hingga makan malam. Padahal, jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi dan perlahan berdampak buruk bagi tubuh. 

Salah satu dampak utama dari kebiasaan minum es teh setelah makan adalah terganggunya penyerapan zat besi. Teh mengandung tanin dan polifenol, senyawa alami yang dapat mengikat zat besi dari makanan, terutama zat besi yang berasal dari sayuran, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit menyerap mineral penting tersebut. 

Jika kebiasaan ini terus dilakukan dalam jangka panjang, tubuh berisiko mengalami kekurangan zat besi yang dapat berujung pada anemia. Kondisi ini membuat tubuh mudah lelah, lemas, pusing, sulit fokus, hingga menurunkan daya tahan tubuh. Risiko ini lebih tinggi pada remaja, wanita usia subur, ibu hamil, dan orang dengan asupan zat besi rendah. 

Tak hanya itu, es teh manis juga sering mengandung gula dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari setelah makan, asupan gula harian bisa meningkat tanpa disadari. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu kenaikan berat badan, meningkatkan kadar gula darah, dan memperbesar risiko gangguan metabolik seperti diabetes. 

Dampak lain yang kerap muncul adalah gangguan pencernaan. Kandungan kafein dalam teh dapat merangsang produksi asam lambung, sehingga pada sebagian orang bisa memicu perut kembung, mual, nyeri ulu hati, atau rasa tidak nyaman setelah makan. Terutama jika teh diminum terlalu pekat, terlalu manis, atau dalam kondisi sangat dingin. 

Meski begitu, bukan berarti es teh harus sepenuhnya dihindari. Teh tetap bisa dinikmati, asalkan tidak diminum langsung setelah makan. Para ahli menyarankan memberi jeda sekitar 30 menit hingga 1 jam, bahkan idealnya 2–3 jam setelah makan, agar tubuh memiliki waktu untuk menyerap nutrisi dengan optimal. 

Sebagai pilihan yang lebih aman, air putih tetap menjadi minuman terbaik setelah makan karena tidak mengganggu proses pencernaan maupun penyerapan zat gizi. Jika ingin minuman yang lebih segar, jus buah tanpa gula tambahan juga bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.

Kebiasaan kecil seperti minum es teh setelah makan memang terlihat sepele. Namun jika dilakukan terus-menerus, dampaknya bisa perlahan mengganggu kesehatan tubuh. Menikmati es teh sesekali tentu tidak masalah, tetapi memberi jeda setelah makan adalah langkah sederhana yang bisa membantu tubuh tetap sehat.

Sumber: malang.disway.id