Risiko Tersembunyi Menaruh HP di Dekat Kepala Saat Tidur: Tidak Hanya Soal Radiasi!

 Risiko Tersembunyi Menaruh HP di Dekat Kepala Saat Tidur: Tidak Hanya Soal Radiasi!

--

JEKTVNEWS.COM-Pada awal Maret 2026, ketergantungan masyarakat Bandar Lampung terhadap ponsel pintar semakin meningkat. Perangkat ini tidak lagi sekadar digunakan untuk berkomunikasi, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan sebelum tidur. Banyak orang terbiasa menaruh HP di samping bantal, bahkan di bawah kepala saat tertidur. Padahal, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dalam jangka panjang dan justru mengurangi kualitas istirahat.

Meski hubungan antara radiasi ponsel dan kanker otak masih terus diteliti oleh WHO, para pakar kesehatan menilai ada dampak lain yang lebih nyata ketika ponsel diletakkan terlalu dekat dengan kepala saat tidur. Berikut penjelasannya:

1. Paparan Radiasi Elektromagnetik (RF-EMF)

Ponsel terus memancarkan gelombang radiofrekuensi agar tetap terhubung dengan jaringan seluler atau Wi-Fi. Walaupun termasuk radiasi non-ionisasi dengan tingkat rendah, paparan yang terjadi selama 6–8 jam setiap malam dapat bersifat akumulatif bagi jaringan otak. Sejumlah penelitian mengaitkan paparan tersebut dengan keluhan sakit kepala berkepanjangan serta rasa pusing saat bangun tidur.

2. Gangguan Siklus Sirkadian akibat Cahaya Biru (Blue Light)

Sebelum tertidur, paparan cahaya biru dari layar ponsel dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur pola tidur.

Dampaknya, ketika ponsel berada dalam jangkauan, seseorang cenderung memeriksanya saat terbangun di malam hari. Hal ini membuat otak kembali aktif dan menyulitkan tubuh memasuki fase tidur nyenyak (deep sleep). Akibatnya, meskipun durasi tidur cukup, tubuh tetap terasa lelah keesokan harinya.

3. Gangguan Saraf dan Penurunan Kualitas Tidur

Keberadaan ponsel di dekat kepala dapat memicu kondisi waspada secara tidak sadar. Bunyi notifikasi, getaran, atau cahaya LED yang menyala dapat mengganggu fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Gangguan kecil yang terjadi berulang dapat memengaruhi suasana hati, meningkatkan kecemasan, serta menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat karena proses pemulihan otak saat tidur tidak berlangsung optimal.

4. Risiko Keamanan: Ledakan dan Kebakaran

Sebagian orang memiliki kebiasaan mengisi daya ponsel di atas kasur atau di bawah bantal saat tidur. Kebiasaan ini berisiko karena baterai lithium-ion menghasilkan panas saat diisi daya. Jika panas terperangkap oleh bantal atau sprei, dapat terjadi overheating.

Dalam kondisi tertentu, hal ini berpotensi memicu percikan api atau bahkan ledakan kecil yang dapat menyebabkan kebakaran. Meletakkan ponsel dekat kepala tentu meningkatkan risiko cedera apabila insiden tersebut terjadi.

5. Dampak terhadap Kesehatan Mental

Secara psikologis, kebiasaan menaruh ponsel di dekat kepala dapat memperkuat ketergantungan. Seseorang cenderung langsung memeriksa pesan atau media sosial begitu terbangun. Hal ini dapat meningkatkan hormon stres (kortisol) sejak pagi, yang dalam jangka panjang kurang baik bagi kesehatan mental.

Solusi Sehat: Jaga Jarak

Para ahli menyarankan agar ponsel diletakkan sekitar 1,5–2 meter dari tempat tidur. Jika digunakan sebagai alarm, sebaiknya diletakkan di meja atau sudut ruangan yang tidak mudah dijangkau. Selain mengurangi paparan, cara ini juga membantu tubuh lebih sigap saat bangun karena harus berdiri untuk mematikan alarm.

Mulailah membiasakan menaruh ponsel jauh dari tempat tidur agar kualitas tidur lebih terjaga dan tubuh dapat beristirahat secara optimal.

Sumber: radartv