Disway Award

Massa Gelar Aksi September Hitam di Polda Jambi

Massa Gelar Aksi September Hitam di Polda Jambi

--

JEKTVNEWS.COM,-Kasus ini bermula pada Jumat, 12 September 2025 lalu, saat aparat kepolisian diduga menghalangi jurnalis yang hendak melakukan wawancara dengan rombongan Komisi III DPR RI di Mapolda Jambi.

Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi di hadapan langsung Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati.

Namun hingga saat ini, Kapolda Jambi belum juga menyampaikan permintaan maaf, baik kepada awak media maupun kepada publik. Salah satu jurnalis yang menjadi korban, Aryo Tondang, menyayangkan sikap pimpinan Polda yang tidak merespons tuntutan wartawan.Aryo menegaskan bahwa penghalangan kerja jurnalistik adalah pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi. Ia menyebut bahwa jurnalis hadir untuk kemanusiaan, untuk kepentingan publik, serta untuk mengawal demokrasi di negeri ini.

Pada aksi yang digelar Senin, 29 September 2025, massa mengecam keras arogansi aparat kepolisian, dan mempertanyakan mandeknya penanganan berbagai kasus kemanusiaan, mulai dari Tragedi 1998, Tragedi Semanggi, hingga berbagai kasus di Jambi — termasuk kematian Keykey dan korban kecelakaan angkutan batu bara yang terus terjadi sejak tahun 2018.

Tak hanya orasi, massa juga melakukan berbagai aksi simbolik, seperti menempel poster protes di pagar dan halaman depan Mapolda Jambi, membuka lapak baca, menggelar panggung seni, serta aksi teatrikal sebagai bentuk penolakan terhadap represivitas negara terhadap rakyat dan jurnalis.

Sumber: