Rektor UIN STS Jambi Ambil Sikap Tegas, Wakil Dekan Dinonaktifkan Terkait Kasus Penggerebekan
--
JEKTVNEWS.COM–Kota Jambi dihebohkan dengan peristiwa penggerebekan seorang oknum dosen dari dari salah satu kampus di Jambi oleh istri sahnya. Oknum dosen berinisial DK tersebut diduga digerebek bersama seorang perempuan yang diketahui berstatus mahasiswi di sebuah kamar kos di Kota Jambi.
Berdasarkan informasi yang beredar, sang istri mendatangi lokasi setelah mencurigai adanya hubungan terlarang. Saat pintu kamar dibuka, keduanya didapati berada di dalam ruangan sehingga memicu keributan dan menarik perhatian warga sekitar.
Menanggapi peristiwa tersebut Rektor UIN STS Jambi mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak kampus menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, dan norma kelembagaan.
Rektor UIN STS Jambi, Kasful Anwar, menyampaikan pihak kampus sangat menyayangkan dan menyesalkan peristiwa tersebut. Kampus juga memastikan akan melakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap yang bersangkutan.
“UIN STS Jambi sangat menyayangkan dan menyesalkan peristiwa tersebut. Kami akan melakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kasful Anwar.
Sebagai langkah awal, UIN STS Jambi menonaktifkan DK dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan guna menjaga objektivitas pemeriksaan dan kondusivitas akademik.
Selain itu, pihak kampus juga menghentikan sementara aktivitas yang bersangkutan dalam kegiatan yang mewakili institusi, termasuk kegiatan mengajar, penelitian, dan pengabdian.
“Yang bersangkutan juga dinonaktifkan sementara dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan serta dihentikan sementara dari aktivitas yang mewakili institusi,” lanjutnya.
Pihak kampus menegaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran kode etik maupun aturan yang berlaku, maka sanksi akan diberikan sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku di lingkungan kampus.
UIN STS Jambi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat beredarnya informasi tersebut. Kampus menegaskan bahwa tindakan personal oknum tersebut tidak mencerminkan nilai dan komitmen kelembagaan dalam menjaga integritas akademik dan marwah institusi.
"Saat ini, pihak kampus masih melakukan penelusuran dan verifikasi internal untuk memperoleh informasi yang utuh dan akurat terkait peristiwa tersebut,"tutupnya.
Sumber: istimewa


