Menu Kelapa Utuh Tuai Sorotan, 9 Layanan Gizi di Gresik Disetop Sementara

Menu Kelapa Utuh Tuai Sorotan, 9 Layanan Gizi di Gresik Disetop Sementara

--

JEKTVNEWS.COM–Badan Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik. Kebijakan ini dilakukan setelah ditemukan pemberian kelapa utuh dalam menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah.

 

Kasus tersebut mencuat usai beredarnya unggahan akun TikTok @JasikRek! yang menampilkan siswa di SMA Negeri 1 Sidayu menerima satu buah kelapa utuh sebagai bagian dari paket MBG. Unggahan ini memicu beragam respons dari warganet. Sebagian menilai air kelapa memiliki nilai nutrisi yang baik, sementara lainnya menyoroti bahwa menu tersebut tidak sesuai dengan standar gizi seimbang yang ditetapkan pemerintah.

 

Menanggapi polemik itu, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyayangkan keputusan pengelola SPPG yang dinilai tidak mengambil pelajaran dari kasus serupa sebelumnya. Ia menegaskan bahwa alasan permintaan dari penerima manfaat tidak dapat dijadikan pembenaran. Seluruh pelaksana program tetap wajib mematuhi pedoman menu dan standar pelayanan yang telah ditentukan.

 

Sebagai bentuk evaluasi, BGN menangguhkan sementara operasional sembilan SPPG di Gresik sejak 14 Maret 2026. Selain itu, sanksi disipliner juga diinstruksikan kepada pimpinan unit terkait karena dianggap kurang optimal dalam memantau perkembangan isu di lapangan.

 

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyatakan bahwa penghentian operasional dilakukan guna memastikan proses evaluasi dan perbaikan tata kelola program berjalan maksimal.

 

Adapun sembilan SPPG yang terdampak penangguhan meliputi SPPG Gresik Sidayu Ngawen, Sidayu Wadeng, Dukun Wonokerto, Dukun Lowayu, Dukun Sambungan Kidul, Dukun Tebuwung, Ujungpangkah Glatik, Balongpanggang Pucung, serta Sidayu Sidomulyo.

 

Melalui kejadian ini, BGN mengingatkan seluruh pengelola SPPG di berbagai daerah agar lebih cermat dalam menjalankan program MBG, khususnya terkait pemenuhan standar menu, keamanan pangan, dan respons cepat terhadap dinamika di masyarakat.

Sumber: hariandisway.id