Konflik Timur Tengah Memanas, IHSG Anjlok 2,25% ke Level 8.050 di Sesi Pagi

Konflik Timur Tengah Memanas, IHSG Anjlok 2,25% ke Level 8.050 di Sesi Pagi

--

JEKTVNEWS.COM–Pasar modal Indonesia langsung terkoreksi tajam pada pembukaan perdagangan Senin (2/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Hingga pukul 09.18 WIB, IHSG tercatat merosot 185,10 poin atau anjlok 2,25% ke level 8.050,39.

Sepanjang sesi awal, indeks sempat menyentuh angka tertinggi di 8.240 sebelum akhirnya tertekan hingga mendekati level 8.040. Aksi jual masif terjadi di hampir seluruh sektor, dipicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi lonjakan harga energi dan ketidakpastian ekonomi global. 

Data Perdagangan & Aliran Dana Asing

Aktivitas pasar tergolong sangat ramai dengan total volume transaksi mencapai 116,81 juta lot dan nilai perdagangan menembus Rp6,41 triliun. Tercatat ada 787.730 kali transaksi yang terjadi selama sesi tersebut.

Investor asing terpantau melakukan aksi ambil untung dengan membukukan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp694,05 miliar di seluruh pasar. Transaksi asing mendominasi jalannya perdagangan hari ini dengan porsi 61,05%, sementara investor domestik berkontribusi sebesar 38,95%.

Sektor yang "Kebakaran" vs Sektor yang Bertahan

Hampir seluruh sektor mengalami tekanan hebat, dipimpin oleh:

Consumer Cyclical: Turun drastis 5,38%

Industrial: Melemah 3,61%

Infrastruktur: Turun 3,60%

Properti: Terkoreksi 3,32%

Namun, sektor Non-Cyclical justru mampu menguat 2,65% sebagai pilihan aman (defensive sector). Sektor Energi juga relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,06% karena terbantu sentimen harga minyak dunia.

Daftar Saham yang Menanjak & Terpuruk

Di tengah "memerahnya" indeks, beberapa saham justru mencetak keuntungan besar (Top Gainers):

OILS (Indo Oil Perkasa): Melesat 25,51% ke Rp246.

COAL (Black Diamond Resources): Naik 23,61% ke Rp89.

CGAS (Citra Nusantara Gemilang): Terbang 20,24% ke Rp202.

ELSA (Elnusa): Melonjak 7,65% ke Rp915 berkat naiknya harga minyak.

Sebaliknya, saham-saham seperti BELL (-14,95%), SKBM (-14,77%), dan SOTS (-14,68%) menjadi yang paling dalam penurunannya (Top Losers).

Proyeksi Teknis

Berdasarkan riset MNC Sekuritas Daily Scope Wave, meski IHSG sebelumnya diprediksi punya peluang menuju 8.440-8.650, tekanan geopolitik memaksa indeks kembali menguji area support penting. Saat ini, level 8.025 dan 7.861 menjadi titik penahan bawah, sementara area resistance terdekat berada di 8.306 hingga 8.437.

Sumber: kabarbursa.com