JEKTVNEWS.COM- JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mulai mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal tahun ini.
Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengungkapkan dirinya bersama Gubernur Jambi telah mengikuti rapat koordinasi nasional terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Jakarta, beberapa waktu lalu. Rapat tersebut dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan turut menghadirkan pemaparan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan hasil pemaparan, Provinsi Jambi masuk dalam enam wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. Selain itu, awal musim kemarau di Jambi diperkirakan terjadi lebih cepat dari biasanya. “Kalau biasanya pertengahan tahun, sekarang diprediksi sudah mulai pada dasawarsa pertama Mei, atau bulan depan,” ujarnya. Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi langsung bergerak melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla. Sejumlah daerah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, hingga Kabupaten Bungo. Sementara itu, wilayah seperti Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, dan Kota Jambi tetap dipantau meski tingkat kerawanannya relatif lebih rendah. Pemetaan dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan desa untuk memperkuat langkah mitigasi. Bachyuni menjelaskan, penetapan status siaga darurat bencana tingkat provinsi akan dilakukan jika dua kabupaten/kota lebih dulu menetapkan status serupa. Langkah ini penting agar pemerintah daerah dapat mengajukan dukungan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan. Sebagai upaya pencegahan, BPBD Jambi juga telah menyiapkan 62 pos siaga yang tersebar di wilayah rawan karhutla. Pos-pos tersebut melibatkan berbagai unsur dalam satuan tugas, seperti TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat setempat. Tim gabungan ini bertugas melakukan pemantauan, deteksi dini, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini mengingat potensi karhutla tahun ini dinilai cukup tinggi. “Kondisi ini dipengaruhi musim kemarau yang lebih panjang, curah hujan di bawah normal, serta suhu panas yang cukup ekstrem,” jelasnya. Selain itu, BPBD juga mendorong empat kabupaten, yakni Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Tebo, dan Sarolangun, untuk segera menetapkan status siaga bencana. Keempat wilayah tersebut memiliki karakteristik lahan gambut yang luas dan rentan terbakar saat kering. "Upaya pembasahan lahan gambut dinilai penting untuk menekan potensi kebakaran, mengingat sifat gambut yang mudah terbakar ketika kehilangan kelembapan,"tutupnya.BPBD Jambi Gerak Cepat, Hadapi Risiko Kemarau panjang
Sabtu 11-04-2026,11:07 WIB
Reporter : Sharly
Editor : Sri Junia Putri
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 01-09-2026,22:33 WIB
Caffe.in by W.H Hadirkan Menu Eksklusif dan Jadi Resto Hotel di Tengah Kota Jambi
Selasa 01-09-2026,21:28 WIB
Jauh dari Hiruk Pikuk Kota, Kayu Aro Tawarkan Wisata yang Menenangkan
Selasa 01-09-2026,14:51 WIB
344 Pencari Kerja di Kota Jambi Berhasil Ditempatkan hingga Juli 2026
Selasa 01-09-2026,15:07 WIB
Jangan Keliru Bawa Koper, Garuda Indonesia Berlakukan Aturan Bagasi Baru
Selasa 01-09-2026,22:57 WIB
Dampak Lintas Negara, Asap Karhutla Kalimantan Terbang Hingga Malaysia dan Filipina
Terkini
Selasa 01-09-2026,22:57 WIB
Dampak Lintas Negara, Asap Karhutla Kalimantan Terbang Hingga Malaysia dan Filipina
Selasa 01-09-2026,22:33 WIB
Caffe.in by W.H Hadirkan Menu Eksklusif dan Jadi Resto Hotel di Tengah Kota Jambi
Selasa 01-09-2026,21:28 WIB
Jauh dari Hiruk Pikuk Kota, Kayu Aro Tawarkan Wisata yang Menenangkan
Selasa 01-09-2026,20:20 WIB
Salat Istisqa dan Sedekah, Ikhtiar PTPN IV Regional IV Mengetuk Pintu Langit
Selasa 01-09-2026,15:07 WIB