Data Luas Karhutla Jambi Berbeda, DPRD Minta Verifikasi Bersama
Wakil III DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza. (Foto: metrojambi.com)--
JEKTVNEWS.COM, JAMBI — Perbedaan data luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi menjadi perhatian DPRD Provinsi Jambi. Pada Selasa (22/9/2026), DPRD meminta pemerintah bersama pihak terkait melakukan verifikasi data secara terbuka untuk memastikan luasan karhutla yang sebenarnya.
Perbedaan tersebut terlihat dari sejumlah data yang dihimpun dengan metode berbeda. Data Posko Satgas Karhutla mencatat luas lahan yang terbakar di Jambi mencapai 3.416,21 hektare hingga 19 September 2026. Sementara itu, data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi mencatat sekitar 22.364 hektare lahan terbakar hingga 18 September 2026.
Selain itu, analisis KKI Warsi hingga pertengahan September 2026 memperkirakan sekitar 20,8 ribu hektare areal teridentifikasi terbakar. Perbedaan angka tersebut disebabkan adanya perbedaan metode dan sumber data yang digunakan dalam menghitung luasan lahan terbakar.
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza mengatakan, perbedaan data perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi bersama. Menurutnya, data dari berbagai pihak perlu dibandingkan pada lokasi yang sama agar diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi karhutla di Jambi.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan dan verifikasi terhadap luasan karhutla. Pemerintah akan mencocokkan data yang tersedia dengan kondisi di lapangan sebelum menetapkan angka akhir.
Penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Jambi. Dalam pemantauan udara pada Senin (21/9/2026), masih ditemukan api aktif di kawasan gambut Taman Nasional Berbak Sembilang dan wilayah Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pemerintah menyatakan penghitungan luasan karhutla akan dilakukan setelah seluruh titik kebakaran berhasil dipadamkan dan proses verifikasi selesai.
Sumber: metrojambi.com


