Jalan Berlubang di STM Atas Disorot, DPRD Minta Penanganan Cepat
--
JEKTVNEWS.COM— Kerusakan jalan berlubang di kawasan STM Atas, tepatnya di ruas Jalan Kapten Bakarudin, menjadi sorotan karena dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan. Selain itu, persoalan utilitas jaringan milik Telkom di lokasi tersebut turut menjadi perhatian dan segera dikoordinasikan oleh pihak terkait.
Wakil ketua DPRD Provinsi Jambi , Ivan Wirata, mengatakan dirinya langsung merespons laporan masyarakat dan media terkait kondisi jalan tersebut. Ia pun segera berkomunikasi dengan pihak Dinas PUPR, khususnya Bidang Bina Marga, untuk meminta penjelasan dan langkah penanganan.
“Saya langsung komunikasi dengan Kabid Bina Marga, kenapa masih ada lubang yang bisa membahayakan pengguna jalan dan bagaimana langkah penanganannya,” ujarnya saat meninjau kawasan tersebut ,Rabu (29/4).
Dari hasil komunikasi tersebut, Ivan menyebut pihak Bina Marga sebenarnya telah berencana melakukan perbaikan. Namun, terdapat kendala karena adanya jaringan utilitas milik Telkom Indonesia yang berada di lokasi tersebut.
“Direspons Kabid, sebenarnya sudah mau ditangani, tapi pihak Telkom minta waktu tiga hari. Kalau tidak ditangani juga, maka akan ditutup permanen. Karena kami lebih mendahulukan kepentingan pengguna jalan agar tidak menambah kecelakaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah cepat akhirnya diambil dengan melakukan pengerasan sementara agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Proses ini diperkirakan berlangsung sekitar satu minggu sebelum dilakukan pengaspalan permanen.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga PUPR, Iwan Rahmadi, menjelaskan bahwa penanganan yang dilakukan saat ini bersifat fungsional untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
“Ini hanya fungsional dulu agar tidak mengganggu pengguna jalan yang melintas dan menghindari laka lantas akibat jalan berlubang. Dalam waktu dekat akan langsung dilakukan pengaspalan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa lubang tersebut sudah beberapa kali ditangani, baik oleh pihak kota maupun provinsi, termasuk pengecoran hingga dua kali. Namun, kerusakan kembali terjadi karena adanya faktor utilitas di bawah jalan.
“Ternyata setelah ditelusuri, itu terkait jaringan Telkom. Mereka juga sudah melakukan pengecoran dua kali, tapi masih turun. Kami sudah beri waktu tiga hari, jika tidak ada respons, maka akan kami tutup dan lakukan penanganan sendiri,” tambahnya.
Pihaknya menegaskan, langkah tegas ini diambil demi keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi lubang sudah berlangsung cukup lama dan berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak segera ditangani secara maksimal.
Sumber:


