Kenali 3 Mitos Gentle Parenting Yang Sering Disalahpahami
--
JEKTVNEWS.COM–Metode gentle parenting semakin dikenal luas sebagai pola asuh yang mengedepankan empati, komunikasi, dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak mitos yang membuat konsep ini kerap disalahpahami.
Berikut tiga mitos gentle parenting yang sering beredar di masyarakat:
1. Gentle Parenting Berarti Tanpa Disiplin
Banyak yang mengira bahwa gentle parenting membuat orang tua tidak boleh memberikan aturan atau hukuman. Padahal, metode ini tetap menerapkan disiplin, hanya saja dilakukan dengan cara yang lebih positif dan mendidik. Orang tua tetap menetapkan batasan yang jelas, tetapi tanpa kekerasan fisik maupun kata-kata kasar. Anak diajak memahami konsekuensi dari tindakannya sehingga mampu belajar bertanggung jawab.
2. Orang Tua Harus Selalu Lembut Tanpa Ketegasan
Mitos lainnya adalah anggapan bahwa orang tua tidak boleh bersikap tegas. Faktanya, gentle parenting tetap membutuhkan ketegasan, terutama dalam menjaga konsistensi aturan. Perbedaannya terletak pada cara penyampaian, di mana orang tua tetap menghargai perasaan anak sambil menegaskan batasan yang ada. Dengan begitu, anak merasa didengar sekaligus memahami aturan.
3. Gentle Parenting Membuat Anak Manja dan Tidak Mandiri
Sebagian orang menilai bahwa pendekatan ini akan membuat anak terlalu dimanja. Namun, justru sebaliknya, anak yang dibesarkan dengan gentle parenting cenderung memiliki rasa aman, percaya diri, dan mampu mengelola emosinya dengan baik. Hal ini menjadi dasar penting dalam membentuk kemandirian anak di masa depan.
Dengan memahami ketiga mitos tersebut, orang tua diharapkan tidak lagi salah kaprah dalam menerapkan gentle parenting. Pendekatan ini bukan tentang memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui keseimbangan antara empati dan ketegasan.
Sumber: fimela.com


