RSUD Raden Mattaher Siapkan Ruang Isolasi Khusus Pasien Campak

RSUD Raden Mattaher Siapkan Ruang Isolasi Khusus Pasien Campak

--

JEKTVNEWS.COM–JAMBI – Kasus campak di Provinsi Jambi menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun. RSUD Raden Mattaher mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima dan menangani pasien campak sejak Januari, dengan jumlah kasus yang terus bertambah setiap bulan.

Wakil direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Anton TriHartanto Imenjelaskan, pada Januari pihak rumah sakit merawat 3 pasien campak. Jumlah tersebut kemudian meningkat pada Februari menjadi sekitar 4 pasien ,Maret 7 orang Sementara pada awal bulan ini, jumlah pasien yang dirawat mencapai 9 orang.

“Total 20 lebih pasien yang kita rawat,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar pasien merupakan rujukan dari sejumlah daerah di sekitar Kota Jambi, seperti Muaro Jambi, Batanghari, hingga Tanjung Jabung. Mengantisipasi lonjakan kasus, rumah sakit telah menyiapkan ruang isolasi sejak awal ditemukannya kasus pertama.

“Saat menemukan tiga kasus di Januari, kita sudah menyiapkan ruang isolasi dan ruang penanganan apabila pasien memburuk,” katanya.

Sebagai rumah sakit rujukan provinsi, pihaknya juga telah menyiapkan satu bangsal khusus untuk penanganan campak, termasuk ruang isolasi bagi pasien dengan kondisi ringan hingga sedang, serta ruang ICU isolasi untuk pasien dengan kondisi berat yang membutuhkan alat bantu napas.

“Strateginya, kita siapkan dua sistem. Isolasi untuk pasien ringan sampai sedang, dan ICU isolasi untuk pasien yang membutuhkan alat bantu napas. Insyaallah kita siap menangani,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pasien yang dirawat telah menunjukkan kondisi membaik dan dapat dipulangkan untuk menjalani rawat jalan.

“Alhamdulillah sebagian besar pasien sudah kita nyatakan pulang dan sembuh,” ungkapnya.

Anton mengatakan Kasus campak yang ditemukan saat ini didominasi oleh anak-anak. Terkait pencegahan, dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan mengenali gejala campak sejak dini, seperti demam, batuk, mata merah, dan ruam pada kulit.

“Yang paling penting masyarakat harus mengenali gejalanya. Kalau ada demam, batuk, mata merah, dan ruam, segera lakukan isolasi mandiri dan jangan beraktivitas di tempat umum,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa campak mudah menular melalui droplet, sehingga pasien yang masih dalam kondisi infeksius berisiko menularkan ke orang lain.

“Jangan sampai pasien dibawa keluar rumah saat masih infeksius, karena bisa menularkan ke lingkungan sekitar,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan gejala, guna mendapatkan penanganan yang tepat.Selain itu, ia menekankan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan utama terhadap campak.

“Imunisasi sangat berpengaruh dalam mencegah campak. Bahkan ada teori yang menyebutkan perlunya booster,” katanya.

Untuk masa pemulihan, rata-rata pasien campak membutuhkan waktu perawatan sekitar satu hingga dua minggu, tergantung kondisi masing-masing pasien.

“Rata-rata pasien yang kita rawat itu sekitar satu sampai dua minggu,” pungkasnya.

Sumber: istimewa