Agar Tidak Mengantuk Saat Mudik, Ahli Gizi IPB Sarankan Hindari Makanan Ini

Agar Tidak Mengantuk Saat Mudik, Ahli Gizi IPB Sarankan Hindari Makanan Ini

--

JEKTVNEWS.COM-Rasa kantuk saat mudik dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jarak jauh. Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University, Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, M.Gizi, menyarankan pengemudi untuk memperhatikan asupan makanan sebelum dan selama perjalanan agar stamina tetap terjaga serta tidak mudah mengantuk.

 

Melansir laman resmi IPB University, Kamis (12/3/2026), Karina menjelaskan ada tiga faktor utama yang membuat pengemudi mudah merasa kantuk saat perjalanan mudik. Faktor pertama adalah kurangnya waktu tidur. Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang harus bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut dari biasanya selama Ramadan.

 

Faktor kedua adalah durasi perjalanan yang panjang dengan pemandangan jalan yang cenderung monoton. Menurut Karina, menyetir dalam waktu lama tanpa variasi pemandangan dapat menimbulkan rasa bosan yang akhirnya memicu kantuk.

 

Faktor ketiga adalah kebiasaan memaksakan diri berkendara pada malam hari. Secara biologis, malam merupakan waktu tubuh untuk beristirahat. Jika tubuh dipaksa tetap terjaga, rasa kantuk akan lebih mudah muncul.

 

Selain faktor istirahat, pola makan juga memengaruhi tingkat kewaspadaan saat berkendara. Karina menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan dapat memicu rasa kantuk karena menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Contohnya adalah roti putih, keripik, gorengan, serta makanan dengan kandungan gula tinggi.

 

Sebaliknya, untuk menjaga energi tetap stabil, ia menyarankan konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan lemak rendah. Beberapa pilihan makanan yang dianjurkan antara lain telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah-buahan yang memiliki kandungan air tinggi guna membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi.

 

Karina juga merinci sumber karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi, seperti serealia utuh berupa beras merah, beras hitam, gandum, oat, dan jagung, serta sayuran berpati seperti kentang dan ubi. Sementara itu, sumber protein rendah lemak dapat diperoleh dari ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan. Untuk lemak sehat, dapat berasal dari ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat.

 

Selain memperhatikan makanan, kecukupan cairan juga sangat penting selama perjalanan mudik. Karina mengingatkan pengemudi untuk memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi saat sahur maupun berbuka. Ia menyarankan konsumsi minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter air per hari, meskipun sedang berpuasa.

 

Terkait minuman berkafein seperti kopi dan teh, Karina menjelaskan bahwa kafein memang dapat membantu mengurangi rasa kantuk, tetapi efeknya hanya bersifat sementara. Konsumsi kafein berlebihan justru dapat menyebabkan sering buang air kecil dan meningkatkan risiko dehidrasi. Batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sekitar 400 miligram atau setara dengan empat cangkir kopi per hari, namun ia menyarankan cukup satu hingga dua cangkir saja.

 

Karina menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengatasi kantuk saat berkendara adalah dengan beristirahat. Jika tubuh sudah merasa lelah, pengemudi sebaiknya berhenti sejenak untuk tidur atau beristirahat agar energi kembali pulih dan perjalanan tetap aman.

Sumber: kompas.com