Tetap Produktif Saat Puasa, Kuncinya Bekerja Lebih Cerdas Bukan Lebih Keras
--
JEKTVNEWS.COM- Bekerja saat berpuasa kerap menjadi tantangan tersendiri. Perubahan jam biologis serta penurunan asupan energi sering membuat tubuh terasa lebih cepat lelah, terutama di siang hari. Namun, kunci agar tetap produktif bukanlah bekerja lebih keras, melainkan bekerja lebih cerdas dengan strategi manajemen waktu yang tepat.
Berikut panduan mengatur ritme kerja selama puasa agar tetap fokus tanpa merasa “tepar” di kantor.
Kerjakan Tugas Berat di Pagi Hari
Dalam manajemen waktu dikenal strategi Eat the Frog, yakni menyelesaikan tugas tersulit lebih dahulu. Saat puasa, cara ini dinilai efektif karena energi dari sahur masih relatif optimal di pagi hari.
Rentang waktu pukul 08.00 hingga 11.00 menjadi “golden hour” untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti analisis data, penyusunan laporan penting, atau pengambilan keputusan strategis. Sementara itu, waktu setelah pukul 14.00 hingga jam pulang sebaiknya dialokasikan untuk pekerjaan ringan seperti membalas email, merapikan dokumen, atau menyusun daftar tugas untuk esok hari.
Manfaatkan Istirahat untuk Isi Ulang Energi
Tanpa aktivitas makan siang, waktu istirahat dapat dimanfaatkan untuk memulihkan energi secara efektif. Tidur singkat selama 15–20 menit atau power nap terbukti membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan.
Selain itu, waktu istirahat juga bisa digunakan untuk beribadah dan melakukan peregangan ringan guna melancarkan aliran darah. Sebaliknya, kebiasaan menggulir media sosial secara berlebihan justru dapat menguras energi mental dan membuat tubuh semakin lelah.
Batasi Rapat yang Tidak Efektif
Rapat panjang dapat menguras energi dan mempercepat rasa haus. Karena itu, jika memungkinkan, jadwalkan rapat di pagi hari sebelum makan siang dengan durasi maksimal 30–45 menit serta agenda yang jelas.
Apabila koordinasi bisa dilakukan melalui email atau pesan singkat, metode tersebut sebaiknya diprioritaskan agar lebih efisien dan tidak menguras stamina.
Gunakan Teknik Pomodoro
Untuk menjaga fokus sepanjang hari, teknik Pomodoro bisa menjadi solusi. Polanya sederhana: bekerja selama 25 menit, kemudian istirahat 5 menit. Setelah empat siklus, ambil istirahat lebih panjang sekitar 15 menit.
Ritme kerja ini membantu otak tetap segar dan mencegah kejenuhan, terutama ketika tubuh sedang menahan lapar dan haus.
Atur Lingkungan Kerja
Faktor lingkungan juga berpengaruh besar terhadap produktivitas. Ruangan yang terlalu panas atau pencahayaan yang redup dapat mempercepat rasa kantuk saat perut kosong. Menjaga suhu dan pencahayaan tetap nyaman akan membantu tubuh dan pikiran tetap waspada.
Dengan strategi manajemen waktu yang tepat, bekerja saat puasa tetap bisa dijalani secara optimal. Kuncinya adalah mengenali ritme energi tubuh dan menyesuaikan jenis pekerjaan dengan waktu yang paling produktif.
Sumber: istimewa


