Gubernur Al Haris Ingatkan SPPG soal Tanggung Jawab atas Kasus MBG
--
JEKTVNEWS.COM,-Kementerian Kesehatan mencatat, sudah ada 25 provinsi yang melaporkan kasus keracunan makanan. Terbaru, insiden nasi berulat terjadi dalam hidangan makanan bergizi yang diterima oleh salah satu siswa SMK Negeri 2 Kota Jambi, beberapa waktu lalu.
Kejadian ini langsung mendapat perhatian serius dari Gubernur Jambi, Al Haris. Ia mengimbau agar program Makanan Bergizi (MBG) tidak hanya berfokus pada pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga memastikan aspek keamanan pangan, agar terhindar dari risiko keracunan makanan dan gangguan kesehatan lainnya.
Setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan memenuhi standar kesehatan sebelum mulai beroperasi. Saat ini, di Provinsi Jambi telah terdapat 40 dapur yang sudah beroperasi, 13 dapur siap beroperasi, dan 188 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Al Haris menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan baku pangan, yang harus melalui uji kelayakan sebelum diolah, agar aman untuk dikonsumsi oleh peserta program MBG.
“Ini jadi pelajaran untuk kita semua, agar dapur-dapur SPPG tidak mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan, sekecil apa pun.”Sebut Al Haris – Gubernur Jambi
Kasus ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh pelaksana program MBG agar tidak mengesampingkan kualitas dan kelayakan makanan yang disajikan.
Sumber:
